China Boikot Detective Conan Akibat Ketegangan Diplomatik dengan Jepang

by -109 Views
klik disini

Detective Conan Diboikot di China Imbas Ketegangan Hubungan Dua Negara

Popularitas anime Jepang Detective Conan tengah menghadapi tantangan di China. Setelah sejumlah acara anime besar di negara tersebut melarang cosplay bertema Detective Conan dan juga penjualan merchandise terkait. Langkah ini terjadi seiring memanasnya hubungan diplomatik antara China dan Jepang, yang turut mempengaruhi industri hiburan.

🧨 Latar Belakang Kontroversi

Sebelumnya, Detective Conan bekerja sama dengan anime populer My Hero Academia dalam rangka merayakan peringatan ulang tahun mereka. Kolaborasi ini dirancang sebagai proyek komemoratif menyambut 30 tahun Detective Conan dan 10 tahun My Hero Academia. Namun, proyek tersebut justru memicu kritik di China. Karena My Hero Academia pernah menghadapi boikot di negara itu pada 2020 lantaran salah satu karakter antagonisnya bernama Maruta Shiga, yang banyak ditafsirkan netizen sebagai rujukan ke Unit 731, unit militer Jepang yang terkenal karena eksperimen manusia selama Perang Dunia II.

🚫 Boikot dan Larangan di Acara Anime

Akibat reaksi keras netizen dan komunitas lokal, panitia penyelenggara beberapa festival anime di kota‑kota seperti Beijing, Chongqing, dan Lanzhou memutuskan untuk melarang pengunjung yang mengenakan cosplay atau atribut Jepang. Termasuk yang berkaitan dengan Detective Conan, serta menghentikan penjualan merchandise seri tersebut di area acara. Larangan ini dinilai oleh penyelenggara sebagai langkah untuk menciptakan “suasana yang kondusif” di tengah ketegangan politik.

Panitia di beberapa wilayah bahkan memperluas larangan tersebut dengan menolak atribut lain yang dianggap berkaitan dengan simbolisme Jepang. Termasuk kimono dan pakaian yang dianggap memiliki nuansa militerisme sejarah.

📉 Dampak pada Industri Hiburan Jepang

Aksi boikot terhadap Detective Conan bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya, karya Jepang lain seperti My Hero Academia dan bahkan Pokémon sempat menghadapi penolakan serupa di China karena kontroversi yang dianggap sensitif secara historis. Beberapa seri anime juga pernah dibatasi distribusinya di platform streaming lokal atau dilarang ikut pameran karena memicu kritik luas dari netizen China.

Selain itu, media lokal bahkan melaporkan bahwa tren ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara masyarakat kedua negara, di mana sejarah perang dan trauma masa lalu tetap menjadi isu emosional yang berdampak pada penerimaan produk budaya asing.

klik disini